![]() |
| Dok: RifyaRusdi |
Halmahera Tengan - Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), kobaran api dan bubungan asap hitam pekat justru membumbung tinggi dari area penampungan ban bekas milik kawasan industri tersebut.
Insiden kebakaran tersebut dilaporkan mulai membesar sejak Senin 31 Agustus 2026, pukul 05.00 WIT. Hingga beberapa jam berlalu, upaya pemadaman dari pihak perusahaan dinilai belum mampu menaklukkan amukan jago merah yang melahap tumpukan limbah ban tersebut. Keberadaan asap hitam tebal yang membumbung tinggi menyisakan kekhawatiran mendalam bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan industri.
Peristiwa ini menghadirkan ironi yang kontras. Saat manajemen merayakan pertambahan usia perusahaan dan keberhasilan capaian investasi, di sudut lain justru terpampang nyata persoalan pengelolaan limbah yang berisiko membahayakan lingkungan sekitar. Kejadian ini kembali melempar pertanyaan kritis publik: sejauh mana komitmen keselamatan lingkungan diterapkan di tengah tingginya target produksi?
Inisiator Perempuan Pesisir Halmahera sekaligus warga Desa Sagea, Rifya Rusdy, menyuarakan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi tepat di hari perayaan ini. Menurutnya, pertumbuhan investasi yang besar tidak boleh mengabaikan hak warga atas lingkungan yang aman.
"Industri boleh tumbuh pesat dan keuntungan dirayakan, tapi jangan sampai masalah lingkungan hanya diminta diam. Masyarakat sekitar tidak butuh sekadar seremoni perayaan, kami butuh kepastian lingkungan yang aman, transparansi penanganan limbah, dan tanggung jawab yang nyata," tegas Rifya Rusdy.
Ia menambahkan, bertambahnya usia perusahaan seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan standar keselamatan dan kepedulian terhadap warga lingkar tambang.
