![]() |
| Dok: Usbek |
TUK Indonesia merilis riset mengenai rantai pasok serta dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, perhatian khusus diberikan pada persoalan kesehatan masyarakat di wilayah lingkar tambang.
Data dari fasilitas kesehatan di Halmahera Tengah menunjukkan adanya peningkatan kasus HIV dalam beberapa tahun terakhir, terhitung sejak 2022 hingga Agustus 2025. Kondisi ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada keluarga, terutama perempuan yang sering kali menghadapi beban sosial dan stigma ketika kasus terjadi di lingkungan rumah tangga.
Selain HIV, laporan tersebut juga menyinggung dugaan kasus kusta yang ditemukan di tengah masyarakat dan dialami oleh perempuan serta anak-anak. Penyakit ini membutuhkan penanganan medis jangka panjang serta lingkungan yang bersih dan mendukung proses pemulihan.
Namun di tengah keterbatasan air bersih dan sanitasi yang belum memadai, perempuan harus bekerja lebih keras merawat anak yang sakit sekaligus menjaga anggota keluarga lainnya. Perubahan lingkungan juga berdampak langsung pada kesehatan perempuan dan anak.
Beberapa warga melaporkan sumur mulai mengering dan kualitas air menurun. Ketika air bersih sulit diakses, risiko penyakit kulit dan infeksi pun meningkat.
Dalam situasi ini, perempuan memikul beban ganda, mengurus kebutuhan rumah tangga, menjaga kesehatan anak, serta menghadapi tekanan ekonomi akibat berkurangnya sumber penghidupan keluarga.
Melalui riset ini, TUK Indonesia mendorong kebijakan yang lebih responsif bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang serta kerja sama semua pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi.

0 Komentar